tugas mandiri rafa dio febrian
Ringkasan Wawancara tentang Pandangan terhadap Identitas Nasional
Narasumber:
Nama: Ahmad Dumiyati Mussaddad
Usia: 19 tahun
Profesi: Mahasiswa Universitas Mercu Buana (Program Studi Manajemen)
Pendahuluan
Wawancara ini dilakukan dengan Ahmad Dumiyati Mussaddad, seorang teman seangkatan di Universitas Mercu Buana. Ia dipilih sebagai narasumber karena dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam kegiatan organisasi dan sering menyampaikan pandangan kritis mengenai isu kebangsaan. Melalui wawancara ini, penulis ingin menggali pemikiran Ahmad tentang makna identitas nasional serta bagaimana generasi muda berperan dalam menjaga dan memperkuatnya di era globalisasi yang semakin terbuka.
Isi
Menurut Ahmad, identitas nasional adalah ciri khas dan jati diri bangsa Indonesia yang membedakan kita dari bangsa lain. Ia menjelaskan bahwa identitas nasional terbentuk dari sejarah panjang perjuangan, keberagaman budaya, serta nilai-nilai luhur seperti gotong royong, toleransi, dan semangat persatuan. “Identitas nasional bukan cuma simbol seperti bendera atau lagu kebangsaan,” katanya, “tapi bagaimana kita berperilaku dan berpikir sebagai warga Indonesia yang menghargai keberagaman.”
Dalam kehidupan sehari-hari, Ahmad melihat identitas nasional tercermin dari hal-hal sederhana seperti penggunaan bahasa Indonesia yang baik, sikap saling menghormati antaragama dan suku, serta kebiasaan bekerja sama dalam kegiatan sosial. Ia juga menilai bahwa semangat gotong royong di kalangan mahasiswa—misalnya saat mengerjakan proyek kelompok atau kegiatan kampus—merupakan bentuk nyata dari penerapan nilai kebangsaan.
Ketika ditanya tentang tantangan menjaga identitas nasional, Ahmad menyoroti pengaruh budaya asing dan media sosial yang sering membuat anak muda kehilangan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Ia mengaku prihatin melihat sebagian generasi muda yang lebih meniru gaya hidup luar negeri ketimbang menghargai tradisi lokal. Namun, ia juga percaya bahwa globalisasi tidak selalu buruk—asal disikapi dengan bijak dan tetap berpijak pada nilai-nilai bangsa sendiri.
Mengenai peran generasi muda, Ahmad berpendapat bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat identitas nasional. Ia menekankan pentingnya literasi digital, partisipasi sosial, serta semangat untuk menjadi contoh dalam sikap toleran dan cinta tanah air. “Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi?” ujarnya tegas.
Penutup
Dari hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa Ahmad Dumiyati Mussaddad memandang identitas nasional sebagai fondasi penting dalam membangun karakter bangsa. Ia percaya bahwa generasi muda adalah garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Secara pribadi, penulis merasa pandangan Ahmad sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menjaga identitas nasional bukan berarti menolak modernitas, tetapi memastikan bahwa setiap langkah kemajuan tetap berakar pada nilai-nilai keindonesiaan yang menyatukan kita semua.
Komentar
Posting Komentar